Review Komik Tales of Demons and Gods

review-komik-tales-of-demons-and-gods

Review Komik Tales of Demons and Gods. Komik Tales of Demons and Gods tetap menjadi salah satu manhwa klasik yang paling digemari hingga akhir 2025. Cerita tentang Nie Li, seorang demon spiritist terkuat yang bereinkarnasi ke masa lalu saat usianya masih 13 tahun, terus menarik pembaca dengan campuran aksi, strategi, dan elemen kultivasi yang mendalam. Dengan pengetahuan dari kehidupan sebelumnya, Nie Li berusaha mengubah nasib Glory City yang akan hancur oleh serangan beast demon. Hingga Desember 2025, komik ini telah mencapai lebih dari 509 chapter, dengan update terbaru pada 25 Desember menunjukkan kelanjutan pertarungan sengit dan eksplorasi realm baru. Meski novel aslinya sempat hiatus panjang, adaptasi komik ini masih rutin rilis, membuatnya jadi pilihan favorit bagi penggemar genre reincarnation dan overpowered protagonist. BERITA BOLA

Alur Cerita dan Perkembangan Karakter: Review Komik Tales of Demons and Gods

Alur Tales of Demons and Gods dimulai dari kehidupan sekolah Nie Li yang tampak biasa, tapi cepat berkembang menjadi petualangan epik melibatkan sekte, harta karun kuno, dan ancaman dari Sage Emperor. Nie Li menggunakan buku Temporal Demon Spirit untuk melatih dirinya dan teman-temannya dengan cepat, sambil membalas dendam pada keluarga Sacred yang pengkhianat. Perkembangan karakter utama sangat menonjol; Nie Li bukan sekadar pintar, tapi juga strategis, sering memanfaatkan pengetahuan masa depan untuk membalikkan situasi sulit.

Karakter pendukung seperti Ye Ziyun dan Xiao Ning’er menambah kedalaman romansa, sementara Du Ze dan Lu Piao jadi sahabat setia yang ikut naik level drastis. Di chapter-chapter terbaru sekitar 500-an, cerita semakin fokus pada konflik antar realm, dengan Nie Li menghadapi musuh lebih kuat seperti demon lord dan aliansi sekte besar. Elemen harem ringan dan pertarungan beast demon tetap jadi daya tarik, meski pace kadang melambat saat eksplorasi dunia baru.

Kelebihan Visual dan Elemen Kultivasi: Review Komik Tales of Demons and Gods

Ilustrasi komik ini patut dipuji karena detailnya yang memukau, terutama saat menggambarkan teknik kultivasi, demon spirit, dan pertarungan skala besar. Warna-warna cerah dan desain karakter yang ikonik membuat adegan aksi terasa hidup, sementara ekspresi wajah Nie Li yang percaya diri sering bikin pembaca tersenyum. Elemen kultivasi jadi kekuatan utama; sistem soul realm, inscription pattern, dan alchemy digambarkan secara logis, membuat pembaca merasa ikut belajar strategi Nie Li.

Komik ini juga sukses membangun dunia luas dengan berbagai realm seperti Draconic Ruins dan Divine Continent, lengkap dengan politik sekte dan treasure hunt. Humor dari interaksi Nie Li dengan teman-temannya menyeimbangi ketegangan, membuat cerita tidak terasa berat. Banyak pembaca bilang ini salah satu manhwa terbaik untuk yang suka tema weak to strong dengan twist reincarnation.

Kekurangan dan Kritik Pembaca

Walau populer, Tales of Demons and Gods punya beberapa kekurangan yang sering dibahas. Pace cerita kadang terlalu lambat, terutama di arc academy atau saat fokus pada training berulang, membuat beberapa pembaca bosan menunggu aksi besar. Protagonis yang terlalu overpowered sejak awal juga jadi poin kritik; Nie Li jarang benar-benar terdesak, sehingga ketegangan berkurang dibanding manhwa lain.

Elemen harem terasa dipaksakan di beberapa bagian, dan ada pengulangan motif seperti Nie Li menyelamatkan situasi dengan pengetahuan masa depan. Di chapter terbaru, pertarungan melawan musuh kuat mulai lebih intens, tapi beberapa pembaca merasa cerita sudah melewati puncaknya saat masih di Glory City. Meski begitu, update rutin di 2025 menunjukkan komik ini masih punya potensi untuk berkembang lebih jauh.

Kesimpulan

Tales of Demons and Gods tetap layak dibaca sebagai manhwa legendaris yang mengawali tren reincarnation di genre kultivasi. Dengan lebih dari 500 chapter yang sudah rilis dan update konsisten hingga akhir 2025, cerita ini menawarkan petualangan panjang penuh strategi dan pertumbuhan karakter. Meski ada kekurangan seperti pace lambat dan protagonist terlalu dominan, kelebihan dalam world building dan visual membuatnya addictive. Bagi penggemar baru atau yang rereading, komik ini masih jadi rekomendasi utama untuk hiburan fantasi yang epik. Potensi ending yang memuaskan masih terbuka lebar, terutama dengan konflik besar yang sedang berlangsung.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *